#NoComplaintWeek Season 2 – Day 7 & Catatan Penghujung.

Wah, akhirnya….hari terakhir!

Gak terasa, dalam beberapa jam lagi, selesailah program #NoComplaintWeek Season 2 ini, yang di-woro2 persis Minggu malam yg lalu.

Gw sendiri hari ini ‘kebobolan’ kok *malu*. Sore2 nyetir, mobil di depan tanpa nyalain lampu sen main langsung pindah jalur memotong gw. Spontan tercetus “Brengsek!”, abis itu langsung nyadar dan malu sendiri.

See? Udah veteran Season 1 toh masih tetep aja bisa kebobolan. Emang gak gampang kan? 🙂

Catatan Penghujung.

Pada saat di awal, gw udah bilang bahwa #NoComplaintWeek adalah eksperimen kecil2an. Mencoba tidak mengeluh selama 7 hari. Tidak ada aturan yang berat, dan tidak ada istilah “batal”. Keceplosan mengeluh? Ya tinggal lanjut lagi, karena yang hendak ditekankan adalah effort/upayanya. Hanya 7 hari, supaya tidak terlalu berat, tapi cukup lama untuk tidak ‘menggampangkan’nya (kalo sehari dirasakan terlalu ringan). Sebagai ‘eksperimen’ pribadi, tidak ada paksaan, imbalan, ataupun hukuman untuk yang berpartisipasi – gw hanya mengajak teman2 rame2 mencoba ini, dibawa fun aja.

Dari banyak kisah2 sharing temen2 di blog ini, ada beberapa poin yang menarik gw:

  1. Di catatan pembuka, gw juga mengutip sebuah studi yang menunjukkan tidak hanya perasaan mempengaruhi ekspresi, ekspresi juga bisa mempengaruhi perasaan (contoh, senyum yang dipaksakan pun bisa memberi efek kepadamood kita). Jadi gw penasaran juga: kalo kita mengurangi/menyetop kebiasaan mengeluh kita, apakah ada efeknya pada mood kita? Gimana teman2? 😀
  2. Efek mengumumkan komitmen kepada orang lain. Beberapa partisipan mengumumkan niatan #NoComplaintWeek kepada teman2 mereka. Ada yang dicemooh, tetapi banyak yang mendapat dukungan dari teman2nya. Kalo yang teman2nya baik, malah dibantuin diingatkan kalo mulai mengeluh. 🙂 Dari kegiatan kecil ini, bisa ketauan juga temen yang suport hal yang positif, mana yang nggak.
  3. Efek mengeluh pada orang sekitar. Mengeluh itu ternyata menularkan aura negatif ke orang sekitar. Saat kita berhenti/mengurangi mengeluh, kadang2 kita baru nyadar mengeluh itu gak enak didengar saat mendengar keluhan orang lain.
  4. Strategi yang berbeda2. Ada yang kalo mulai bete nyanyi2. Ada yg senyum2. Ada yang ketawa2 (moga2 gak dikira gila…). Tetapi strategi paling sering adalah membandingkan diri dengan yang tidak seberuntung kita, atau membayangkan bahwa sebuah situasi bisa lebih buruk lagi (strategi “Masih untung nggak….”) Strategi boleh berbeda-beda, tapi yang menarik adalah sebagian besar menemukan bahwa hal-hal yang biasanya menjadi penyebab mengeluh sehari2 sebenarnya tidaklah seburuk itu, dan sebenarnya tidak worth complaining juga.
  5. Membedakan mengeluh yang konstruktif (dan perlu), dan mengeluh yang tidak berguna. Mengeluh konstruktif itu bisa disampaikan kepada pihak lain untuk memperbaiki keadaan, atau sebagai pemicu untuk segera mencari solusi. Tetapi sebagian besar mengeluh kita tidak mengubah apapun, hanya membuang energi dan waktu.
  6. Efek dari tidak mengeluh? Macem2. Dari hari yang terasa lebih enteng (sering disebut nih), sampai yang menarik, memberi kesempatan untuk ide2 baru bermunculan. Untuk yang terakhir, mungkin kalau kita banyak mengeluh, kita memfokuskan diri pada kesulitannya, dan tidak cepat move on untuk memikirkan solusinya.

Gw jujur gak tau seberapa banyak total partisipan yang bertahan dari hari pertama sampai hari ini. Drop-out pasti terjadi, dan manusiawi sekali, tapi sayangnya karena tidak ada pendataan resmi, gw gak bisa tahu berapa persen yang bertahan sampai akhir.

Terus, apa sih yang pengen gw capai? (selain minta ditemenin gak ngeluh seminggu…) Gw mau realistis aja sih. 7 hari (kayaknya) bukan periode yang cukup lama untuk membawa perubahan permanen. Dan harapan pertama gw dari #NoComplaintWeek memang bukan perubahan permanen sih, itu biar jadi bonus. Yang pertama2 gw harapkan ditemukan oleh temen2 yang ikutan #NoComplaintWeek adalah: kesadaran bahwa kita MAMPU untuk tidak mengeluh. Bahwa mengeluh itu bukan kondisi manusia yang otomatis, kodrati, “pasti”. Banyak dari temen2 yang berpartisipasi nmenyadari bahwa mereka ternyata mampu untuk tidak mengeluh, minimal mengurangi.

Pengetahuan bahwa kita punya kemampuan itu – buat gw sudah cukup banget sebagai pencerahan utama dari kegiatan 7 hari ini. Jika teman2 sudah menyadarinya, bagaimana selanjutnya terserah teman2 deh 🙂

Beberapa jam lagi, ketika hari Minggu berganti Senin, #NoComplaintWeek berakhir sudah. Sudah 7 hari kita sama2 menjalani eksperimen kecil ini, dengan segala suka dan dukanya.

Gw mau mengucapkan terima kasih, buat semua temen2 yang udah ikutan mendampingi gw selama 7 hari ini. Terima kasih juga buat yang setia men-share kisah2nya di blog ini, maupun di blog masing2. Gw selalu membaca satu demi satu, karena gw justru banyak belajar dari situ. Semoga temen2 yang ikutan juga mendapatkan sesuatu selama seminggu ini yaa.

Sebagai penutup, gw mau bagi quote berikut ini mengenai penyebab mengeluh:

When we see the same blessings every day, we eventually stop noticing them.

When we stop noticing, we quit appreciating.

When we quit appreciating, we stop thanking.

When we stop thanking, we start complaining. (Kent Crockett).

Apa yang terjadi kalau kita berhenti mengeluh? Maka gw mencoba “membalik” kalimat2 di atas (belom minta ijin sama penulis aslinya tapi yak :p)

When we stop complaining, we start thanking

When we start thanking, we start appreciating

When we start appreciating, we start noticing

When we start noticing, we see new blessing everyday

Have a great new week tomorrow!

 Jangan lupa berbagi kesan2nya selama seminggu ini di bawah yaaa…. 🙂

31 responses

  1. #Day7 adalah hari terberat untuk tidak ngomel2 dan mengeluh.

    Dampak dari hari Sabtu gue cabut gigi dan behel tetap dipasang, alhasil kemarin pagi gusi nyut2an, gigi sakit dan badan anget.

    Nah karena sepupu merit (dan takut nyokap marah kl gue ga ikut), maka dari jam 4 pagi gue sudah bangun dan cap cus menuju Kuningan – Jabar. Dooh, rasanya mau marah2 sendiri, dah badan ga enak mesti perjalanan jauh pula.

    Seharusnya yg namanya dateng ke pesta pernikahan merupakan ajang mengisi perut dengan makanan-makanan enak ya. Ini boro2 bisa makan banyak, ngunyah ada sakit. Tp tetap tersenyum… ambil positifnya, semoga dengan prosesi cabut gigi ini, dalam setahun kedepan behel dah bisa dilepas dan gigiku cantik seperti Kate Middleton >.<. Dari Kuningan, balik ke Jakarta sudah jam 7 malem. Sampai rumah , tiba-tiba inget masih ada PR buat meeting besoknya (hari ini). Demi totalitas sebagai karyawan yg baik (uhukkk..huekkk) terpaksalah kerja dulu. Sabar-sabar….

    Herannya, semua sakit gigi, badan anget, pantat tepos (kelamaan duduk di mobil) dan badan capek yang dirasa kemarin, hilang seketika di pagi hari ini. Yah walau masih sakit gigi dikit. Tapi mungkin karena kemarin ga dibawa untuk marah2 dan ngedumel, jadi berasa sampai ke badan. Badan jadi lebih "enteng" karena otot2 ga tegang harus marah2 dan bawaannya juga lebih ceria (pasang tampang Cherrybelle).

    Karena itu, saya mau lanjut ke minggu ke-2 #NoComplaintWeek. Ayo sapa yang mau ikutan? 🙂

    Cheers,
    -S-

  2. sebenarnya pingin post kemarin tp error terus 🙂

    akhirnya sampe juga di hari terakhir (bukan ngeluh lo ini)…stick note No Complaint Week yg gw tempel di layar komp kantor as a reminder dah gw copot barusan..terima kasih buat tantangan dan inspirasinya om n rekan2 seperjuangan…

    semoga No Complaint buat hal2 yg ga berguna tetap stick di hati, pikiran dan mulut gw..aminn… 🙂

  3. Seperti halnya menahan pipis, menahan untuk tidak berkeluh kesah ternyata tak kalah susah, mungkin karena mengeluh sudah dianggap “manusia banget”. Selama proses ini bahkan saya masih sering “ngompol”. Sekali, dua kali kelepasan. Namun berkaca pada salah satu rules of the game permainan ini yang tercantum dalam blog mengatakan, “Batal ? Ya gak apa-apa, lanjut lagi. Mengeluh itu sudah menjadi insting dasar, ya pasti susah diubah. Yang mau dicoba selama 7 hari ini adalah effort/usaha untuk terus melawannya.” saya kukuh bertahan sampai akhir permainan ini. Berikut saya mencoba berbagi apa saja yang saya rasakan setelah seminggu bergelut dalam permainan #NoComplainWeek :

    Lebih banyak berpikir positif. Kita tahu bahwa awal mula dari mengeluh itu adalah pikiran negatif. Ketika saya berusaha mengerem laju keluhan saya otomatis salah satu caranya adalah dengan selalu berpikir positif. Cara ini cukup efektif . Selain terhindar dari mengeluh, berpikir positif ternyata juga sering menjadi motivasi hidup dan membuat saya merasa “woles” karena saya akan merasa yakin bahwa semua baik-baik saja (y)
    Jadi lebih sering mengucap Istighfar. Biasanya saya sering mengucap Istighfar ketika setelah ibadah, keceplosan ngomong kata-kata kasar, apabila lagi didzalimi #halah, atau saat melihat dan atau mengalami suatu bencana. Namun dalam seminggu ini, satu hal lagi yang membuat saya merasa berdosa dan mengucap Istighfar, yaitu ketika saya terlalu mudah mengeluh. Mungkin perasaan bersalah yang muncul itu hanya sekedar karena keterikatan komitmen dengan permainan ini, namun alangkah baiknya jika tidak hanya sebatas itu *benerin peci*
    Kesel kalo denger orang lain mudah mengeluh. Rasanya ibarat anda sedang berpuasa (makan dan minum) lalu di siang yang terik teman di depan anda dengan lahapnya makan mie ayam dan es campur. Ya kira-kira begitulah rasanya ketika saya “berpuasa” mengeluh tapi masih ada beberapa orang yang mudah mengeluh. Tapi kita tidak bisa menyalahkannya, itu hak setiap orang seperti yang diatur dalam UUD 1945 pasal 28 bahwa setiap orang berhak menyatakan pikiran, sikap dan pendapat. Pikiran, sikap dan pendapat seseorang untuk mudah mengeluh ? yasudah.. mungkin itu adalah pilihan mereka. Lalu apa hikmahnya ? Hikmah selalu ada ketika kita mau membalikkan dimensi suatu masalah kita menjadi sudut pandang orang lain. Saya berpikir “Oh.. mungkin saja ketika saya mengeluh orang lain juga merasa tidak nyaman sama halnya seperti yang saya alami ketika mendengar orang lain mengeluh.” Hal itu jadi satu lagi motivasi saya untuk tidak mudah mengeluh.
    Jadi sering diem sendiri, ngeluh dipikiran. Walaupun diatas tadi disebutkan jadi sering berpikir positif, sebenernya ini adalah tahap sebelumnya. Karena tidak bisa mengeluh lewat mulut, saya jadi sering ngampet ngomong, mengeluh dipikiran. Tapi dalam hal ini , saya selalu berusaha dengan melanjutkan ke tahap berpikir positif. Jika berhasil, maka saya akan feel “woles” seperti yang sudah disebut diatas :p
    Cari cara selain mengeluh buat cari perhatian (?). Saya sendiri kadang juga merasa, ketika ingin mendapat perhatian (dalam suatu obrolan misalnya) salah satu caranya dengan mengeluh. Namun sekali lagi karena terjebak dalam permainan ini :p saya harus mencari cara selain mengeluh untuk mendapat perhatian. Saya juga belum berhasil sih.. hehe tapi mungkin anda akan lebih mendapat perhatian dalam suatu perbincangan ketika anda bisa membicarakan hal yang menarik atau jokes lucu ketimbang dengan mengeluhkan hal yang sepele
    http://juretation.wordpress.com/

  4. Yeay!! Finish di hari ke-7
    Godaan pasang surut selama seminggu, kadang muluuss..kadang banyak ranjau bertebaran. Seminggu ini sdh berusaha keras utk tdk ngeluh, kadang dgn menghela nafas panjang, bbrp kali juga ‘keceplosan’ tapi langsung sadar n jadi maluu..
    Berharap itu terus jadi habit, reduce complaining dan gak berhenti di hari terakhir ini.
    Thx for inspiring Oom Henry.

  5. mas Henry……

    sengaja banget sharing nya malem, mau di penghujung hari..

    day #6

    Sabtu… harusnya lebih mudah ya karena weekend, tapi ya namanya mau jadi anak berbakti, bangun lah pagi2.. karena Ibu minta dianterin ke mayestik, jam 6 lewat dikit udah berangkat.. Ibu hobi banget ke mayestik, kalo ditolak nanti ga jadi anak berbati lagi.. hihihi..
    Padahal sabtu aku udah plan mau ke Narsih Salon (salon waxing yang di Pulo Raya), yang ramenya gila2an, buka jam 9, harus stand by dari jam 8. Pernah dateng jam setengah 9, kebagian no antrian ke 24 aja gitu… Pupus sudah harapan untuk bisa dateng jam 8.

    sampe di mayestik sekitar jam setengah 7an, Ibu langsung sumringah.. singkat cerita, selesai di mayestik jam 8an, harus anterin Ibu dulu baru bisa pergi lagi, sampe rumah (pejaten jam setengah 9an), dalem hati sih udah agak2 ngeluh “aduhh pasti dapet udah banyak benget yang antri nih.”
    sampe rumah akhirnya diputuskan ga bawa mobil, naik taxi aja, biar ga usah ribet sama parkir.
    sambil nungguin taxi dipanggil, Ibu bilang “knp sih diem aja mba?” “gpp, cuma pasti udah rame deh yang antri” “percaya deh sama Ibu, pasti ga lama”

    taxi dateng, berangkatlah. sampe salon jam 9.05, antrian ke 35 sodara… sodara… karena udah kebayang pasti lama banget, alhasil pesenlah indomie goreng telor yang baunya menggoda itu (jadi laper) sambil pasrah nunggu tanpa komplenn… Ibu tiba2 bbm “tenanggg ajaaaa… pasti ga lama nunggunya.. percaya deh.. jangan cemberut yaa”
    aku bales bbm Ibu dengan senyuman aja..

    akhirnya dateng indomie, sambil nge-tweet.. sekitar 15 menitan, namaku dipanggiiilllllll… horeee.. beneran namaku yang dipanggil.. bener yang Ibu bilang, ga boleh cemberut, nunggunya ga lama. berkah ga ngeluh dan berkah jadi anak berbakti…

    last day… day #7

    hari ini jadwalnya leyeh2.. jadi serasa mudaahhh banget, ada jam tidur siang segala.. pas sore, Ibu minta anterin lagi ke supermarket…. yukkss kebetulan aku juga mau beli2an.. minggu ke mall kan alamat susah parkir.. mau valet, Ibu paling ga percaya sama valet service. ya sudah cari parkir, Ibu langsung bilang “sabarr yaa..” oke Bu…
    muter 3 kali ga dapet2 parkir…. (ga boleh ngeluhhh) akhirnya aku bilang ke Ibu turun duluan aja, nanti aku nyusul. Ibu ga mau, ibu bilang kalo bentar lagi juga dapet kok… ternyataa benaaarrr lagi dan parkirnya pas didepan pintu masuk.

    udah 2 seasons aku ikutin #NoComplaintWeek, beneran berguna banget untuk meng-“istirahatkan” hati selama seminggu.. semua jadi tenang rasanya…

    makasih banyak ya mas Henry….

  6. Terima kasih om piring utk #NoComplaintWeek nya. I learnt a lot! Hehe. Hampir gak ada hari yg gak pake ngeluh. Hari ke-2 yang paling mulus. Hari ke-5 malah seharian marah2 terus hahaha -_-” hari ini lumayan mulus sampe td baca berita kalo presiden kita ngeluh hehe lalu… keceplosan ^^
    well, it’s one of the best week ever!
    Lbh sabar, lbh sering senyum, nyengir, ketawa2 dan lbh menikmati hidup *halah*
    thank you om piring! 😀

  7. menjelang detik2 terakhir no complaint week, saya coba merekap apa aja yang udah didapet selama 7 hari bergabung di project #NoComplaintWeek nya om Piring 🙂

    ternyata untuk bener2 ga mengeluh itu susah bener yak sodara2, saya rasa saya ga pernah melewati 1 hari bener2 tanpa mengeluh, at least udah sempet ngucapin “aduh, …” eh trus ga diterusin karena inget lagi ga boleh komplen, hehehe…

    overall saya merasa saya cukup berhasil melewati tantangan ini, mungkin karena pada dasarnya saya bukan tipe orang yang dikit2 ngeluh ya (eh boleh dooong, ini kan NoComplaintWeek bukan NoNarcistWeek, hehehe :p), tantangan terbesar sih kalau udah berhadapan dengan kerjaan ya, kebetulan saya kerja di bagian yang kerjaannya ngurusin orang dan berhadapan dengan orang itu sungguhlah tidak mudah, baiklah ga perlu dijelasin lebih panjang karena nantinya malah berujung ke mengeluh itu tadi, hehehe…

    tapi saya sepakat dengan apa yang ditulis om Piring, ketika kita belajar untuk tidak mengeluh ternyata kita jadi lebih diingatkan akan arti bersyukur :), dan ketika kita lebih bersyukur maka semuanya terasa lebih ringan, termasuk ga perlu menarik lebih banyak otot muka, karena konon kabarnya otot muka yang digunakan untuk tersenyum lebih sedikit dibandingkan otot muka yang digunakan untuk cemberut atau berkerut2, hehehe…

    baiklah, daripada comment ini berubah jadi sebuah cerpen, saya sudahi saja… thanks buat idenya, semoga efek NoComplaint ini masih bisa dipertahankan even better ditularkan ke orang2 di sekitar kita, tetap semangat!!!

  8. Yippiii!! #NoComplaintWeek dah hampir habis kurang dari 2 jam lagi.. Tapi rasa2nya sedih juga yaa.. Jadi ga ada aktifitas buat laporan malem kayak gini lagi 😀
    Hari ini gw dah mikir hal2 kecil yg biasanya bikin gw sewot. Pokoknya lempeeeng aja.. Dan krn kelempengannya itu, gw berasa lingkungan sekitar juga jadi positif. Contohnya aja, tadi gw ke mall yg cari parkirnya amit2 susahnya, eh gw malah dgn mudahnya dapet! Trus gw pikir antrian buat peeling bakal lama, ngeliat orangnya yg nunggu banyak, eh taunya malah gw giliran pertama, krn yg lain ga ada yg peeling ternyata :p
    Jadi segala sesuatunya bisa bertambah positif ato negatif tergantung kitanya sebenernya. Setau gw manusia itu paling hobi mendramatisir keadaan ato perasaan, terutama cewek. Jadi kalo mau menghindari menjadi Miss Complaint, I should start be positive thinking and acting.
    Terima kasih buat bang Henry yang udah menginspirasi buanyak orang untuk menjadi lebih positif. InsyaAlloh, pahalanya banyak, Bang 🙂
    Kalau umur kita panjang, mudah2an kita ktemu lagi di sesi 3 yah..
    See you positive people!
    ╭( ‘̀⌣’́ )งː̖́
    Ps: gonna miss “drama panci”.. :’)

  9. AHA! Udah hari terakhir.. Dan aku memutuskan untum terus.. Penasaran, masak cuman mampu seminggu? Mestinya sih mampun lebih yaaah.. Hehehe.. Hari 5 dan 6 ga sempet share pengalaman karena lumayan banyak kerjaan (Alhamdulillah dikasih banyak kerjaan jadi ga sempet mikir untuk ngeluh).. Padahal biasanya hari sabtu adalah yg paling berat.. Errr…sabtu minggu sih tepatnya.. Karena libur, jadi kerjaan cuman complaint teruuuus… Nah karena Jumat – Sabtu kemarin banyak kerjaan, ga bisa banyak2 complaint deh.. Ga ada waktuuuu… Hihihiii…
    Bener banget bang, untuk yg pernah ngejalanin ini di challenge yg pertama, rasanya tetep berat. Padahal mestinya lebih biasa yah. Tapi itu jadi pembelajaran bahwa aku menganggap ini hanya sebuah tantangan, bukan sebuah pembelajaran. Ngapain banget deh kalo puasa complaintnya setahun sekali tapi ga mengubah apapun.. Nah dengan pemikiran ku yg seperti itu, makanyanya tahun ini aku mempunyai banyak pembaharuan.. Salah satunya adalah challenge pribadi untuk lebih banyak menulis di buku dan challenge pribadi untuk lebih “ramah” sama papa. Dan yg terakhir adalah challenge untuk meneruskan sendiri #NoComplaintWeek ini.. Doakan saya yah bang.. 🙂

  10. Tujuh hari penuh berusaha menahan keluhan, ada yang tertahan ada yang tidak, tapi tetap bangga sama diri sendiri dan semua orang yang ikutan #NoComplaintWeek!
    Hal yang buat aku paling bermanfaat ada semua di poin-poin Om di atas, ketika aku menahan keluhan, aku mulai menyadari orang-orang yang mengeluh dan menyadari bahwa hal yang dikeluhkan biasanya tidak sebesar itu dan malah tidak ada yang bergerak mencari solusi. Yang paling penting aku menyadari bahwa aku biasanya seperti itu dan jadi malu sendiri dengan tingkat ke-annoying-an yang biasa aku ciptakan untuk orang-orang disekitarku dan kerugian yang aku ciptakan untuk diri sendiri.
    Terimakasih ya Om #NoComplaintWeek nya eye opener banget, semoga kita semua sukses sampe #NoComplaintLife amiiin!

  11. Hari terakhir…. 🙂

    Selesai sudah #NoComplaintWeek Season 2, tapi sisa-sisa semangat untuk tidak mengeluh masih tetap ada dan semoga selamanya ada.

    Di awal-awal sih masih sering keceplosan, tapi lama kelamaan aku jadi jago nahan dan nelen ‘kampret’ yang udah nangkring di ujung lidah. Yang tadinya gak pernah senyum ke orang nyebelin, selama ikutan #NoComplaintWeek aku jadi lebih banyak menebar senyum 😀 (kata orang-orang sih lebih enak diliat kalo lebih banyak senyum).
    Dan dari kegiatan #NoComplaintWeek ini manfaaatnya benar-benar terasa banget. Aku jadi lebih bersemangat, lebih bersyukur dan lebih bisa mengontrol emosi.

    Thanks ya bang Hen udah ngadain #NoComplaintWeek ini. Ditunggu season-season berikutnya 🙂

  12. jujur sy baru ikutan #nocomplaitweek mulai hari keenam aja. Sy sadar sy ini tipe orang yg gampang marah n tempramental sekali, makanya resolusi sy ditaun ini salah satunya adalah mampu ngendalikan marah dan gak gampang ngeluh. Dan thanks God, kbetulan sekali ada #nocomplaintweek jd sy coba aja nguji smpek mana kemampuan sy menahan marah dan gak complaint. Sy liat sesuatu dr sudut pandang berbeda. Sy sisihkan ego, sy gantung dlemari. Dan alhamdulillah sedikit banyak sy rasa manfaatnya. Gak gondok2 lg, mood baik dan imbasnya positif bwt dr ndri, krjaan dan sekitar. Thanks bgt bwt om manampiring dgn eksperimen ini. At least ini awal dmana sy belajar dan ngelanjutin terus kdpan bwt hari2 yg masi panjang 🙂

  13. Baru pertama kali ikutan ini. Seru! Pertama-tama memang sering keceplosan. Ternyata gk semudah yg dibayangkan. Nyesek bgt rasanya nahan marah smbil gk complain. Hal yg sy lakukan adalah mengambil napas dlm2, trs hembuskan sekuat tenaga. 😀
    Lama-lama klo sdh terbiasa, tanpa sadar qt tdk akan mengeluh lg. Emg butuh usaha agar terbiasa. Slh satunya dgn ide #NoComplainWeek ini. Semangattt utk berubah lbh baik lg!!

  14. #NoComplainWeek? Week yang berarti 7 hari, 7 hari tanpa mengeluh. Bagaimana bisa saya melewati 7/24 tanpa mengeluh. Keluhan yang saya anggap sebagai guilty pleasure. Sugesti saya yang menganggap dg mengeluh setidak nya mengurangi beban. Sedikit.
    Tapi melalu #NoComplainWeek ini, bukan nya membuat saya berhenti mengeluh, melainkan bagaimana saya mengalihkan fikiran dengan hal lain.
    Dengan macet yang biasa nya selalu memancing emosi, saya melihat masih banyak orang berkapasitas memaksa. Sudah tau ga bisa jalan, masih aja klakson 😀
    Pengalihan perhatian, melihat dengan sisi yang lain. Tidak mudah, tapi bertahap 🙂

  15. Hari terakhir. Sudah melalui banyak hal bersama #NoComplaintWeek seminggu ini. Makasi Om Hendry sudah memfasilitasi #NoComplaintWeek . Banyak pelajaran yang saya dapat. Senang bisa bertahan sampai akhir. Mudah-mudahan perubahannya untuk selamanya. Semangat teman-teman !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s